Makassar, 5 November 2024 – Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SD se-Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang berlangsung di Hotel Novotel Makassar yang diselenggrakan oleh Balai Bahasa Sulawesi Selatan. Ajang bergengsi ini berlangsung selama 3 hari diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Melalui FTBI, siswa-siswi dapat meningkatkan kemampuan berbahasa daerah, memperluas wawasan, dan membangun rasa percaya diri. Berbagai kegiatan yang dilakukan selama FTBI, seperti lomba mendongeng, pidato, komedi tunggal dan menulis cerpen dalam bahasa daerah.
Melalui ajang ini, prestasi membanggakan ditorehkan oleh Kabupaten Polewali Mandar yang berhasil meraih 4 medali emas dan 2 medali perak, Polman menunjukkan dominasinya dalam berbagai kategori lomba. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan kabupaten Polewali Madar dan semangat juang para peserta.


Juara 1 mendongeng Putri An Nur Ramadhani Aco SD Negeri 010 Palece
Juara 1 pidato Putri I Biyanna SD Negeri 026 Samasundu
Juara 1 Cerpen A’yuni Azzahra SD Negeri 005 Pambusuang
Juara 1 Komedi tunggal Nur Salsabila SD Negeri 065 Bala
Juara 2 Cerpen Fatih Al Mahib Ishaq SD Negeri 055 Kandeapi
Juara 2 Komedi tunggal Yusrifat Rifai SD Negeri 055 Kandeapi.
Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus belajar dan berprestasi. Medali yang diraih bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi pemicu semangat untuk terus berkarya dan berinovasi. Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya dukungan dari sekolah khususnya SD Negeri 010 Palece dan pemerintah dalam mengembangkan potensi siswa. Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk lebih memperhatikan pelestarian bahasa dan budaya daerah, serta menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi emas Indonesia.





